SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA

Evaluasi belajar siswa adalah salah satu kegiatan yang merupakan kewajiban bagu setiap pengajar. Dikatakan seperti itu karena setiap pengajar pada akhirnya harus dapat memberikan informasi kepada lembaganya ataupun kepada siswa itu sendiri, bagaimana dan sampai dimana penguasaan dan kemampuan yang telah dicapai siswa tentang materi dan keterampilan-keterampilan mengenai mata pelajaran yang telah diberikan.

Prinsip-prinsip dasar hasil tes belajar          

  1. Prinsip dasar penyusunan tes

Beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam penyusun tes hasil belajar untuk mengukur tujuan pelajaran atau kemampuan dan keterampilan yang diharapkan.

  1. Tes tersebut hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar (learning outcomes) yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan instruksional.
  2. Mengukur sampel yang representative dari hasil beldiar dan bahan pembelajaran yang telah diajarkan.
  3. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocol untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan.
  4. Didisain sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Khusus didalam evaluasi pendidikan yang menyangkut evaluasi hasil belajar, sedikitnya kita mengenal 4 macam kegunaan tes :
    1. Tes untuk menentukan akan ditempatkan dimana siswa dalam suatu jenjang atau program pendidikan tertentu.
    2. Tes guna memperbaiki proses belajar bagi pengajar atau murid harus menggunakan tes yang digunakan untuk mencari umpan balik.
    3. Tes untuk mengukur atau menilai sampai dimana pencapaian siswa terhadap bahan pelajaran yang sudah diajarkan. Dan menentukan kenaikan tingkat siswa yang bersangkutan.
    4.  Tes untuk mencari  nghambat belajar siswa seperti latar belakang psikologi, fisik dan lingkungan social-ekonomi siswa.
  5. Dibuat se-reliable mungkin sehingga mudah diinterpretasikan dengan baik
  6. Digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru.

 

  1. Norm-Referenced dan Criterion-Referenced Tests

Dalam buku Dick dan Carey yang berjudul The Systematic Design of Instruction menjelaskan  bahwa pengertian dan perbedaan Criterion-Referenced Tests dan Norm-Referenced adalah :

  1. Criterion-Referenced Tests (CRT) adalah tes yang dirancang untuk mengukur seperangkat tujuan yang eksplisit. Atau CRT adalah sekumpulan soal yang secara langsung mengukur tingkah laku yang dinyatakan didalam tuhjuan-tujuan behavioral atau performance objective.
  2. Penyusunan Norm-Referenced (NRT) erbeda dengan CRT, soal-soal pada NRT tidak ditekankan untuk mengukur penampilan yang eksak dari behavioral objectives atau soal-soal pada NRT tidak terutama didasarkan pada  pengajaran yang diterima siswa atau pada keterampilannya.
  3. Langkah-langkah menyusun tes

Ada beberapa langkah untuk menyusun achievement test yang harus diikuti secara sistematis, untuk memperoleh hasil yang efektif. Bagi para penyusun tes atau para ahli sudah menyepakati bahwa langkah-langkah dalam penyusunan, yaitu :

  1. Menenrukan atau merumuskan tujuan tes.
  2. Mengidentifikasi hasil-hasil belajar yang akan diukur dengan tes itu.
  3. Menentukan atau menandai hasik-hasil belajar yang spesifik, yang merupakan tingkah laku yang dapat diamati dan sesuai dengan TIK.
  4. Merinci mata pelajaran yang akan diukur dengan tes tersebut.
  5. Menyiapkan table spesifikasi.
  6. Menggunakan table spesifikasi tersebut sebagai dasar penyusunan tes.

Langkah-langkah MBS

Dapat disimpulkan secara umum bahwa implementasi MBS akan berhasil jika melalui strategi-strategi berikut :

  1. Sekolah harus memiliki otonomi terhadap empat hal, yaitu memiliki otonomi dalam kekuasaan dan kewenangan, pengembangan pengetahuan dan keterampilan secara berkesinambungan, akses informasi kesegala bagian dan pemberian penghargaan kepada setiap pihak yang berhasil.
  2. Adanya peran serta masyarakan secara aktif, dalam hal pembiayaan, proses pengambilan keputusan terhadap kurikulum.
  3. Kepala sekolah harus menjai sumber inspirasi dan oembangunan dan pengembangan sekolah secara umum.
  4. Adanya proses pengambilan keputusan yang demokratis dalam kehidupan dewan sekolah yang aktif.
  5. Semua pihak harus memahami peran dan tanggung jawabnya secara bersungguh-sungguh.
  6. Adanya guidelines dari departemen pendidikan terkait sehingga mampu mendorong proses pendidikan disekolah secara efisien dan efektif.
  7. Sekolah harus memiliki transparansi dan akuntabilitas yang minimal diwujudkan dalam laporan pertanggung jawabkan setiap tahunnya.
  8. Penerapan MBS harus diarahkan untuk pencapaian kinerja sekolah dan lebih khusus lagi adlah meningkatkan pencapaian belajar siswa.
  9. Implementasi diawali dengan sosialisasi dari konsep MBS, identifikasi peran masing-masing kelembagaan capacity building mengadakan pelatihan terhadap peran barunya.

Dampak tsunami diwilayah gempa

Terjadinya gempa besar yang berakibattsunami disuatu wilayah, pasti akan menimbulkan korban jiwa dan harta benda penduduk, termasuk prasarana dan sarana yang telah dibangun oleh pemerintah dan masyarakat. Harta benda yang hancur dapat berupa rumah-rumah penduduk, gedung, sekolah, prasarana dan sarana kesehatan, prasarana jalan, irigasi, air minum, listrik, telepon, gas, dsb.

Pendidikan Tsunami kepada masyarakat

Sasaran pendidikan tsunami ini adalah masyarakat diwilayah yang rawan gempa dan dibawah sebuah waduk. Diindonesia wilayah yang rawan gempa dan tsunami terdapat diseluruh pantai mulai dari ujung Aceh, pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Bali, NTB, NTT dan kepulauan Maluku.

Pendidikan tsunami yang perlu diberikan adalah :

  1. Bagaimana mengenal tanda-tanda tsunami.
  2. Tindakan yang perlu dilakukan dalam menghadapi tsunami.

Siapa yang melakukan pendidikan tsunami

Organisasi-organisasi yang menangani pendidikan tsunami adalah Kementrian yang terkait dengan masalah-masalah social seperti Menko Kesejahteraan Rakyat (Kesra), atau Departemen Sosial yang dibantu oleh instansi-instansi teknis yang terkait seperti Departemen PU, BMG, Badan SAR, Dep. Diknas, Perguruan Tinggi, dsb.

 

Sumber : Yoga Candra M, S.Pd. , SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA

47 thoughts on “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA

  1. AlbomCOM

    GO!!!
    This phrase was said by the first cosmonaut on Earth – Yuri Gagarin. (Yuri Gagarin)
    He was the first astronaut on Earth. He was Russian! …
    Now Russia is becoming a strong country, gas pipelines, a vaccine against COVID-19, an army.
    Is this very reminiscent of the communist Soviet Union?
    How do you think?
    Now we have total control in our country. I am interested in the opinion of foreigners.

    … Альбонумизматико – альбомы для монет

    ПОЕХАЛИ!!

    Reply
  2. Pingback: viagra with dapoxetine without a prescription

  3. Pingback: cost of ventolin in usa

  4. Pingback: uses for hydroxychloroquine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *